Friday, February 5, 2010

Aceh Mendapat Beasiswa Dari Taiwan

Tahun ini pemerintah Taiwan memberikan bantuan beasiswa kepada 90 mahasiswa dan 40 dokter dan ahli bedah di Aceh. Bantuan itu akan melengkapi 726 pelajar Aceh yang tahun ini juga sedang melanjutkan studi program magister (S-2) dan doktoral (S-3) di luar negeri.

Demikian dikatakan oleh ketua Komite Beasiswa Aceh (KBA) Qismullah Yusuf MA pada Selasa (2/2/2010) lalu. Menurutnya, peluang tersebut sangat bagus bagi Aceh, sebab rumah sakit di Aceh masih kekurangan ahli bedah, terutama di RSU dr Zainoel Abidin.

"Pemerintah Taiwan memberikan bantuan lima paket tahun ini. Satu paket terdiri atas delapan 8 orang, yaitu dua dokter spesialis, empat perawat, satu dokter anestesi, serta satu ahli perawatan alat bedah. Taiwan juga memberi bantuan beasiswa S-2 dan S-3 sebanyak 90 orang," jelasnya.

Selain itu, kata Qismullah, untuk anggaran beasiswa ke luar negeri pada 2010 ini KBA mengajukan anggaran sebesar Rp 182 miliar yang diperuntukkan bagi mahasiswa S-2 dan S-3 yang sedang belajar serta mengikuti program baru. Namun sampai saat ini, kata Qismullah, anggaran yang diajukan belum disahkan lagi oleh DPRA.

Dia mengatakan, pendaftaran untuk tahun ajaran baru di universitas di luar negeri sudah dibuka sejak Januari hingga April 2010. Seperti yang sudah-sudah, anggaran beasiswa keluar setelah pendaftaran ditutup.

"Kita takutkan hal ini terjadi lagi tahun ini. Jika anggaran keluar namun pendaftaran sudah ditutup, maka kita kembali melakukan pengajuan permohonan kepada universitas bersangkutan untuk membuka kembali pendaftaran bagi mahasiswa kita. Dan ini bukan hal yang gampang," tegasnya.

Program baru 2010, kata Qismullah, terdiri dari tujuh program. Pertama, program untuk studi pertambangan, minyak, dan gas. Kedua, program untuk studi perikanan dan teknik kelautan. Ketiga, program studi untuk farmasi. Keempat program studi dan pelatihan ahli bedah di RSUZA. Kelima program studi kedokteran bagi 12 kabupaten/kota di Aceh bagian Barat, Tengah, Selatan, dan Tenggara. Keenam, pelatihan bagi Pusat Peningkatan Mutu Guru (PPMG), dan ketujuh program studi IT.

Sumber: Kompas